BerandaBeritaMenjadi Generasi Tangguh Berlandaskan 5 Nilai Utama Bela Negara

Menjadi Generasi Tangguh Berlandaskan 5 Nilai Utama Bela Negara

spot_img

KABARLAH.COM, PEKANBARU – Mahasiswa Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan penyuluhan bertema “Menjadi Generasi Tangguh Berlandaskan 5 Nilai Utama Bela Negara” di Yayasan Panti Asuhan As-shohwah Pekanbaru, Selasa, 16/5/2026.

Mahasiswa Keperawatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRi):

1.Hidayatun Nisa (250201063)

2.Roslili Amelia Br. Siregar (250201073)

3. Chikafutri anggelia (250201056)

4.salwazahara (250201049)

5.nadya ulya rais  (250201067)

6.Intan Kumala Sari(250201046)

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.20-selesai WIB ini diikuti oleh anak-anak tingkat SMP dan SMA dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki semangat bela negara.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian bela negara serta lima nilai utama bela negara yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kelima nilai tersebut meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, serta kemampuan awal bela negara.

Narasumber menjelaskan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, menghargai keberagaman budaya Indonesia, dan menggunakan produk dalam negeri.

Kesadaran berbangsa dan bernegara ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan, menghormati simbol negara, serta menjaga kerukunan antar sesama. Sementara itu, sikap rela berkorban dapat diterapkan dengan mendahulukan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya kesetiaan kepada Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak. Kemampuan awal bela negara dijelaskan sebagai kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak mengenal berbagai aksi nyata bela negara yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan sekolah, bela negara dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menaati tata tertib, menghormati guru, dan menjaga nama baik sekolah.

Di media sosial, generasi muda dapat berperan dengan menyebarkan informasi yang positif, bijak dalam menggunakan teknologi, serta menolak hoaks dan konten yang dapat memecah persatuan bangsa.

Sementara itu, di lingkungan masyarakat, bela negara dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, membantu sesama, menjaga kerukunan, dan aktif dalam kegiatan sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah semakin memahami pentingnya nilai-nilai bela negara dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 10.20-selesai WIB ini diikuti oleh anak-anak tingkat SMP dan SMA dengan tujuan menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air dan memiliki semangat bela negara.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian bela negara serta lima nilai utama bela negara yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kelima nilai tersebut meliputi cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, serta kemampuan awal bela negara.

Narasumber menjelaskan bahwa cinta tanah air dapat diwujudkan dengan menjaga persatuan, menghargai keberagaman budaya Indonesia, dan menggunakan produk dalam negeri.

Kesadaran berbangsa dan bernegara ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan, menghormati simbol negara, serta menjaga kerukunan antar sesama. Sementara itu, sikap rela berkorban dapat diterapkan dengan mendahulukan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi.

Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya kesetiaan kepada Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Kemampuan awal bela negara dijelaskan sebagai kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Dalam sesi diskusi, peserta diajak mengenal berbagai aksi nyata bela negara yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan sekolah, bela negara dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, menaati tata tertib, menghormati guru, dan menjaga nama baik sekolah.

Di media sosial, generasi muda dapat berperan dengan menyebarkan informasi yang positif, bijak dalam menggunakan teknologi, serta menolak hoaks dan konten yang dapat memecah persatuan bangsa.

Sementara itu, di lingkungan masyarakat, bela negara dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, membantu sesama, menjaga kerukunan, dan aktif dalam kegiatan sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak Panti Asuhan As-shohwah Pekanbaru semakin memahami pentingnya nilai-nilai bela negara dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, serta memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Dosen Pengampu : Yurita Zahara, S.IP., M.Si

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

WAJIB DIBACA

spot_img