KABARLAH.COM, Pekanbaru – Delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi literasi digital bertajuk “Anak Hebat Siap Menghadapi Dunia Digital” di Panti Asuhan Al-Muhsinin, Jalan Tanjung Indah No. 03, Tengkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menanamkan pemahaman sejak dini tentang penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu dibekali kemampuan literasi digital agar mampu menghadapi berbagai tantangan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga paparan konten negatif.
Sosialisasi ini diinisiasi oleh mahasiswa Pendidikan Informatika UMRI angkatan 2024, yakni Zerlina Avisa, Sinta Putri, Ferisha Aurelia, Nadia Putri Mardhotila, Irfan Rianda Pratama, Ahmad Zawaj Sanabil Barkah, Fajar Alfarabie, dan Rendi Syafran.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk implementasi nilai bela negara di era digital melalui upaya membangun karakter generasi muda yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.
Perwakilan mahasiswa penyelenggara menjelaskan bahwa edukasi digital perlu diberikan sejak usia dini sebagai langkah preventif. Menurutnya, meskipun tidak semua anak memiliki akses penuh terhadap perangkat digital, pemahaman mengenai etika dan keamanan bermedia tetap penting agar mereka siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
“Harapannya, ketika adik-adik mulai aktif menggunakan teknologi dan media sosial, mereka sudah memiliki bekal untuk menyaring informasi, menjaga etika berkomunikasi, serta menggunakan internet untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tim mahasiswa mengawali kegiatan dengan sesi perkenalan dan tanya jawab ringan mengenai kehidupan sehari-hari peserta. Materi kemudian disampaikan menggunakan poster interaktif yang dirancang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Suasana semakin meriah ketika peserta diajak mengikuti permainan “Tepuk Konsentrasi” yang melatih fokus dan ketelitian. Melalui permainan tersebut, anak-anak belajar untuk lebih cermat dalam memperhatikan informasi yang diterima, selaras dengan pesan utama literasi digital yang menekankan pentingnya berpikir sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah kegiatan mendongeng berjudul “Andi si Jempol Goyang”. Dongeng tersebut mengisahkan seorang anak yang gemar membagikan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Melalui cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, peserta diajak memahami dampak negatif penyebaran hoaks serta pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi tanya jawab mengenai isi dongeng. Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kegiatan kemudian ditutup dengan permainan kelompok yang bertujuan mempererat kerja sama, kebersamaan, dan rasa percaya diri peserta.
Keberhasilan sosialisasi ini tercermin dari pemahaman yang mampu disampaikan kembali oleh anak-anak pada sesi refleksi di akhir kegiatan. Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka memahami pentingnya menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab.
“Kita tidak boleh melakukan bully, tidak boleh berkata kasar di media sosial, jangan menyebarkan hoaks, dan harus menggunakan internet untuk belajar serta hal-hal yang baik,” ujar mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pendidikan Informatika UMRI berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, etika digital yang baik, serta semangat bela negara dalam menghadapi tantangan era digital.



