KABARLAH.COM, PEKANBARU – Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Ngobrol Santai Kewarganegaraan: Hak, Kewajiban, dan Semangat Bela Negara Generasi Digital di Era Modern” di SMA An-Namirah Pekanbaru, Kamis, 21/5/2025.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 siswa kelas XI jurusan IPA dan didampingi oleh seorang guru yang sedang mengajar. Sosialisasi tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara serta menumbuhkan semangat bela negara di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.
Di era digital saat ini, generasi muda memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi melalui internet dan media sosial. Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat dalam proses belajar dan pengembangan diri, namun juga menghadirkan berbagai tantangan seperti penyebaran informasi yang tidak benar, rendahnya literasi digital, meningkatnya perilaku individualisme, hingga menurunnya kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai kewarganegaraan menjadi hal yang penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta diajak untuk memahami bahwa hak dan kewajiban merupakan dua hal yang saling berkaitan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap warga negara memiliki hak yang harus dihormati dan dilindungi, namun pada saat yang sama juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang tertib, aman, dan harmonis.
Narasumber kegiatan, Fedya Jelila Caniago, menyampaikan materi mengenai konsep dasar hak dan kewajiban warga negara Indonesia, pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat, serta berbagai bentuk implementasi semangat bela negara yang dapat dilakukan oleh generasi muda. Materi disampaikan dengan pendekatan yang santai dan interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami isi pembahasan.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai upaya mempertahankan negara melalui kekuatan fisik atau militer. Di era modern, bela negara dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menaati aturan sekolah, menjaga persatuan dan toleransi, menghormati keberagaman, berprestasi dalam bidang akademik maupun nonakademik, serta menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadi pengguna media digital yang cerdas. Generasi muda diharapkan mampu menyaring informasi yang diterima, menghindari penyebaran berita palsu atau hoaks, serta menggunakan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan hal-hal yang positif dan bermanfaat. Sikap tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menjaga persatuan bangsa di era digital.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung.
Berbagai pertanyaan diajukan terkait penerapan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari, tantangan yang dihadapi generasi muda dalam mempertahankan nilai-nilai kebangsaan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, mahasiswa juga menyelenggarakan kuis edukatif yang berisi pertanyaan-pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan. Kegiatan kuis berlangsung meriah dan mendapat respons positif dari para siswa.
Melalui metode pembelajaran yang interaktif tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru tetapi juga dapat mengingat materi dengan lebih baik.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para siswa dalam memahami peran mereka sebagai generasi penerus bangsa. Dengan memiliki kesadaran mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.
Melalui sosialisasi bertema kewarganegaraan ini, mahasiswa Fakultas Kedokteran UMRI berharap para pelajar dapat terus mengembangkan sikap kritis, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitar.
Semangat bela negara yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi perkembangan zaman tanpa melupakan identitas serta jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau, yaitu Nayyara Defana Putri, Salsabila Putri Handayani, Putri Delima, Hazhiyah Sarfina Warfi, Syahidah Albani Ruhiat, M. Al-Kautsar Dhafa Hakumullah, dan Fedya Jelila Caniago.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, mahasiswa, guru pendamping, dan seluruh peserta. Dokumentasi tersebut menjadi bukti terlaksananya kegiatan sekaligus menunjukkan antusiasme siswa dalam mengikuti rangkaian sosialisasi dari awal hingga akhir.



